Call Of Duty Modern Warfare 3

Sabtu, 17 Desember 2011

Panzerjager Hornisse / Nashorn Sd. Kfz. 164

Pada musin dingin 1941, desain Jerman memutuskan untuk memanfaatkan chassis Panzer III atau Panzer IV untuk membawa senjata Anti-Tank. Sejak chassis Panzer III dan Panzer IV tidak memungkin untuk membawa senjata Anti-Tank, ide untuk menggunakannya pun ditolak. Sebaliknya Alkett mengembangkan chassis kuhusu yang baru oleh Alket yang di beri nama Geschutzwagen III/IV. Itu gabungan dari kedua komponen Pzkpfw III (terutama Ausf J yang tediri dari meisn , pompa bahan bakar dan mekanisme kemudi) dan Pzkpfw IV (terutama Ausf F yang terdiri dari suspensi saja).

Pada bulan Februari 1942, Alkett merancang tank baru yang bernama Panzerjager "Hornisse" (Hornet) dipersenjatai dengan 88mm PaK 43/1 L/71 yang berdasarkan dari Geschutzwagen III/IV. Persenjataan utama identik dengan senjata Anti-tank 88mm PaK 43/41, tetapi telah di adaptasi untuk dipasang di kendaraan tempur lapis baja. Pada akhir 1942, chassis Nashorn dan lambungnya dipakai untuk pengembangan Hummel (Sd.Kfz.165). Mesinnya dipindahkan ke bagian depan dan lambungnya diperpanjang untuk memungkinkan ruang yang memadai dan distribusi berat dari senjata 88mm. Dikarenakan senjata yang sangat berat dan kaspitas yang terbatas dari komponen Chassis, hanya diberikan perlindungan baju besi ringan untuk 4/5 awak.

Pada bulan Oktober 1942, model yang pertama kali di presentasikan ke Hitler dan langsung disetujui dan dia mengharapkan produksi dapat dimulai pada bulan Mei 1943.
Pada awal tanuh 1944, susunan armor depan pengemudi telah terjadi beberapa kali penggantian selama produksi. Senjata utama tetap 88mm PaK 43/1 L/71. Pada tanggal 24/27 Februari 1944, dari perintah Hitler, model kedua dinamai Nashorn (Rhinoceros). Hornisse dan Nashorn hampir identik dengan perbedaan hanya armor depan untuk pengemudi dan versi dari senjata. Meskipun proteksi lapis baja mereka yang memadai, mereka berdua memberikan mobilitas yang sangat memadai untuk senjata Anti-tank 88mm. Ruang yang terbatas hanya menyediakan tempat untuk penyimpanan peluru sebesar 24-40 peluru. Awak Hornisse dan Nashorn bertempur tanpa penutup atas dengan semua kerugian terkait cuaca. Proteksi terhadap cuaca dapat diberikan oleh penutup kanvas. Dari Februari 1943 sampai Maret 1945, hanya 474 Nashorn dan 20 Hornisses yang diproduksi. Kedua model tersebut di desain oleh Alkett dan diproduksi oleh Deutsche Eisenwerke di Tieplitz-Schonau.





Production Period:




Number Produced:
February to December of 1943
34
February to November of 1944




133
January to March of 1945




16

Kedua model dikeluarkan untuk Schwere Panzerjager Abteilungens dan mereka pertama kali debut pada penyerangan Kursk dengan 560th sPzJagAbt dan 655th sPzJagAbt dan dengan 525th sPzJagAbt di Italia. Bahkan dengan proteksi lapis baja mereka yang lemah dan dengan persenjataan mereka yang kuat, mereka membuktikan menjadi Tank penghancur yang sukses.

6 Schwere Panzerjager Abteilungens (560, 655, 525, 93, 519 dan 88), masing-masing dilengkapi dengan 30 Nashorn, telah dibuat dan telah terlihat disetiap garis depan (misalnya 525 Schwere Panzerjager Abteilungens di Italia, 1944). 
Akhirnya, Nashorn digantikan oleh generasi baru yang lebih kuat dan proteksi yang lebih baik dari Panzerjager, seperti Jagdpanzer IV dan Pnazerjager V Jagdpanther tetapi tetap aktif sampai akhir perang.

NASHORN IN ACTION..!!

Bagian Dalam Nashorn


Komandan yang paling menonjol dalam pertempuran ialah komdan dari kompeni pertama dari sPzJagAbt 519, Letnan Albert Ernst. Dia kemudian memerintah Kompeni pertama dari sPzJagAbt 512 (dilengkapi dengan Jagdtiger). Pada tanggal 23 Desember 1943, dia menghacurkan 14 tank soviet dalam 1 hari hanya dengan menggunakan 21 amunisi. Pertempuran itu bertempat di dekat Vitebsk dan Albert Ernst menerima julukan "Tiger of Vitebsk". Pada bulan Desember 1943, Ernst menghancurkan tank lawan yang berjumlah 19 tank, dan pada bulan Januari 1943 Ernst dianugerahi Knight Cross. Dilaporkan bahwa awal Maret 1945, Letnan Beckmann dari sPzJagAbt 88 menghancurkan IS-2 milik soviet dari jarak 4.600 meter di dekat Marzdorf.

Beberapa dari kru Nazhorn melaporkan bahwa mereka dapat menghancurkan tank soviet, T-34 dari jarak 4.000 meter. Kru Nashorn juga melaporkan menghancurkan Tank KV dan IS-2 serta SU-152, ISU-122 dan ISU-152. Nashorn dari kompeni kedua dari Schewere Heeres Panzer Jaeger Abteilung 93 juga bertanggung jawab atas penghancuran M-26 Pershing milik Amerika, yang hancur di Eropa. Persing dari 3rd Armored Division hancur pada jarak 250 meter dengan sekali tembakan. Pertempuran itu bertempat di kota Niehl, utara dari Cologne pada tanggal 6 Maret 1945.

Specifications

Weight:24000kg
Crew:4-5 men
Engine:Maybach HL 120 TRM / 12-cylinder / 300hp
Speed:Road: 42km/h
Cross-Country: 20-24km/h
Range:Road: 260km
Cross-Country: 130km
Fuel Capacity:470 litres
Lenght:8.44m (with the gun)
Width:2.86m
Height:2.65m
Armament:88mm Pak 43/1 L/71 & 1 x 7.92mm MG34/42
(1 x MG - carried inside)
Ammo:88mm - 24-40 rounds
7.92mm - 600 rounds
Armor (mm/angle):Front Hull: 30/20
Front Superstructure: 10/37
Side Hull: 20/0
Side Superstructure: 10/16
Rear Hull: 20/10
Rear Superstructure: 10/10
Hull Top / Bottom: 15/90
Gun Shield: 10/37










Penetration of Armor Plate at 30 degrees from Vertical.
Ammunition:100m500m1000m1500m2000m
Panzergranate 39203mm185mm165mm148mm132mm
Panzergranate 40/43237mm217mm193mm171mm153mm
Pzgr.39 (APCBC) - Armor Piercing Composite Ballistic Cap
Pzgr.40/43 (APCR) - Armor Piercing Composite Rigid (Tungsten Core)

Rabu, 14 Desember 2011

Sturmtiger/Sturmpanzer VI

Selama perang dunia ke-2. Jerman memproduksi berbagai kendaraan tempur lapis baja khusus, termasuk Sturmpanzers-assault tank. Mereka akan digunakan sebagai kendaraan untuk mendukung infanteri dalam peperangan di dalam kota terhadap bangunan dan operasi untuk menghancurkan perthanan yang dijaga ketat. Yang pertaman kali dibuat adalah Sturminfanteriegeschutz 33 yang berdasarkan Panzerkampfwagen 3 medium tank dam dipersenjatai senjata berat 150mm SIG. Sturminfanteriegeschutz 33 diikuti oleh Sturmpanzer IV Brummbar, yang didasarkan pada Panzerkampfwagen IV Medium tank dan bersenjatakan meriam Howitzer 150mm StuH (Sturmhaubitze) Assault Howitzer.

Sturmtiger dipersenjatai dengan laras pendek 38cm Raketenwerfer 61 L/5,4. RW 61 menembak dengan jarak yang terbatas (4.600 meter sampai 6.000 meter). Pelucur itu dilengkapi dengan teleskop PaK Zielfernrohr 3x8 jarak pandang. Setiap pelurunya mempunyai panjang 1,5 meter dan mempunyai berat 351 kg (759-772 pound). 2 jenis amunisi yang tersedia ialah High Explosive Raketen Sprenggranate 4581 (dengan berat 125kg atau 275 pound) dan Shaped Charge Raketen Hohladungsgranate 4582 digunakan untuk melawan pertahanan/ benteng-benteng. Peluru shaped-charge dapat menembus Beton sedalam 2,5m. Persenjataan utama dari Sturmtiger dikembangkan oleh Rheinmetall-Borsig di Dusseldorf dari bom anti kapal selam yang dibuat oleh Kriegsmarine (Nazi AL).

Persenjataan utama dari Sturmtiger dapat di gerakkan dengan tangan 10 derajat ke kanan dan ke kiri, dan di  tinggikan dari 0 sampai maksimum 85 derajat. Peluncur mempunyai kekuatan dari 30 hingga 40 ton. Mungkin fitur yang paling unik dari peluncur ialah cara gas buang roket pada saat dibuang. Gas ini tidak dapat memasuki kompartemen yang berada di dalam tank dan bagian belakang tidak cukup kuat untuk menahan roket sampai roket meninggalkan laras, sehingga mereka disalurkan melalui ventilasi di sekitar laras dengan banyak lubang di sekitar moncongnya. Hasilnya adalah cahaya yang sangat spektakuler ketika senjata itu ditambakkan, karena itulah, Sturmtiger harus berpindah-pindah posisi setelah penembakan terjadi, karena posisinya akan diketahui oleh musuh. Laras peluncur kemudian dilengkapi dengan cicin baja sebagai penyeimbang guna meningkatkan elevasi dan ketepatan menembak.

Sturmtiger bisa menghancurkan bangunan apa saja atau target lainnya dengan 1 kali tembakan, tetapi Sturmtiger hanya bisa membawa 14 amunisi di dalamnya. 12 peluru disimpan dalam 2 rak penyimpanan, 1 lagi berada di tempat peluncuran dan 1 lagi berada di baki pemuatan peluru. Sebagian besar kendaraan hanya membawa 13 amunisi, tanpa 1 lagi di tempat pemuatan peluru. Kendaraan ini dilengkapi juga dengan crane yang di operasikan oleh tangan yang dipasang di bagian belakang kanan dari kendaraan ini. Gunanya ialah untuk memasukkan peluru kedalam kendaraan dan dibutuhkan seluruh kru kendaraan yang terdiri dari 5 kru untuk mengoperasikannya. Crane itu dapat dibongkar dan disimpan ketika tidak sedang digunakan.

Para kru tedrir dari Komandan, penembak, pengisi peluru, pengemudi dan radio operator. untuk pertahanan lokal, Sturmtiger di pasangi 7,92mm MG34 di Kugelblende yang berada di depan armor tebal suprastruktur. 600 peluru dari 7,92mm disimpan didalam kendaraan. Juga, di samping armor suprastruktur ada port pistol untuk pertahanan lokal yang menggunakan senapan mesin ringan MP 9mm (dengan 384 amunisi). Sturmtiger juga dipasangi dengan dengan 10 Watt FuG5 pemancar/penerima dan interkom untuk komunikasi awak.

Hanya 18 Sturmtiger yang diproduksi, dan mereka tidak memiliki pada hasil perang. Dalam penggunaan mereka yang terbatas, Sturmtiger terbukti menjadi senjata defensif yang sangat baik tetapi sangat lambat dan mekaniknya tidak dapat diandalkan, dan sebagian besar ditinggalkan atau dihancurkan oleh para kru setelah kerusakan mekanis atau kekurangan bahan bakar. Proteksi armor baja mereka yang kuat memaksa musuh untuk memanggil serangan artileri berat atau serangan udara untuk menghacurkan Sturmtiger. Pada bulan Januari 1945, 1 Amunisi yang ditembakan oleh Sturmtiger dilaporkan menghancurkan 3 Amerika M-4 Sherman tank yang terletak di sebuah desa yang ditargetkan.

Specifications
Weight:65000kg
Crew:5 men
Engine:Maybach HL 230 P 45 / 12-cylinder / 700hp
Speed:Road: 36-40km/h
Cross-Country: 12-24km/h
Range:Road: 100-120km
Cross-Country: 60-85km
Fuel Capacity:540 litres
Lenght:6.28m
Width:3.57m w/o side fenders
3.70m with side fenders
Height:2.85m w/o the crane
3.46m with the crane
Armament:380mm Stu M RW61 L/5.4 & 7.92mm MG34
Ammo:380mm - 13-14 rounds
Armor (mm/angle):Front Superstructure: 150/45
Front Hull: 100/25
Side Superstructure: 80/30
Side Hull: 60/0
Rear Superstructure: 80/0
Rear Hull: 80/9
Top / Bottom Superstructure: 40-25/90
Top / Bottom Hull: 25/90

Menampilkan Spinning Cube di Blog

Spinning Cube ialah kubus yang dapat berputar-putar sendiri di blog. Kubus itu bisa kalian pasang foto sendiri, bisa lambang, bisa bendera, dll.
Cara-cara menampilkannya ialah :

  1. Buka http://hi5style.com/
  2. Lalu klik Get a spinning Cube
  3. Setelah itu anda akan menemukan tulisan "Browse" klik tulisan itu dan pilih gambar yang mau anda masukkan di Kubus tersebut. (Hanya 1)
  4. Setelah itu klik upload, setelah proses mengupload selesai. Anda akan mendapatkan Script yang anda butuhkan untuk di tampilkan di Blog... 
  5. Selamat Mencoba..!!

Sabtu, 10 Desember 2011

Panzerkampfwagen VII MAUS (NAZI superheavy tank)


Pengembangan super heavy tank dimulai pada awal tahun 1941, ketika krupp memulai mempelajari soviet super heavy tank. Pada awal 1942, Krupp membuat desain dari Tiger-Maus (VK7001) dan Panzerkampfwagen VII Lowe (VK7201). Tetapi pada 5/6 Maret 1942, perintah untuk membuat tank berat di laksanakan. Lowe tidak pernah mencapai tahap prototipe tetapi membuka jalan bagi pengembang penerus mereka. Pada tanggal 21/22 Maret 1942, Porsche menerima kontrak untuk membuat 100 Ton Panzer-VK10001/Porsche tipe 205 baru. Pada 14/15 April 1942 ditentukan bahwa 100-ton tank yang baru itu harus bisa membawa minimal 100 amunisi.VK10001 itu harus dikembangkan oleh Profesor Ferdinand Porsche dan Dr.Muller (Krupp) yang di minta pribadi oleh Adolf Hitler yang di buat pada Mei 1942. Adolf Hitler menuntut 120 Ton "tidak dapat dihancurkan" superheavy tank dipersenjatai dengan senjata L/60 atau L/72.

Tugas untuk membuat hulls, turrets dan persenjataan diberikan ke Krupp, sementara Alkett bertanggung jawab untuk menyatukannya. Spesifikasi pertama yang diminta adalah persenjataan harus terdiri dari senjata 150mm L/40 dan 20mm 151/20 senapan mesin, sementara penggunaan 128mm L/50 masih dalam tahap pertimbangan. Dinyatakan bahwa prototipe itu harus sudah dapat beroperasi sebelum musim semi 1943. Pada 23 Juni 1943, Porsche menyediakan desain mereka untuk meningkatkan persenjataan VK10001dengan turret yang dipasang persenjataan 150mm L/37 dan 105mm L/70. Porsche berjanji prototipe Maus pertama akan selesai pada Mei 1943. Pada bulan Desember 1943, persenjataan baru seperti senjata 150mm, senjata angkatan laut 127mm, flak 128mm dan versi yang terpanjang dari 128mm telah dipertimbangkan. Dibulan yang sama, mereka menyatakan bahwa kendaraan pertama akan siap pada musim panas tahun 1943, diikuti oleh 5 produksi per bulan. Nama resmi pertama VK10001 dan porsche tipe 205 ("Mammoth") digunakan pada bulan April 1942, diikuti oleh Mauschen (Mousy) pada bulan Desember 1942 dan Maus (Mouse) pada bulan Februari 1943. Pada Januari 1943, Hitler memutuskan bahwa Mauschen harus dilengkapi dengan turret yang dipasang dengan senjata 128mm dan 75mm, sementara turret yang dipasang dengan senjata 150mm KwK 44 itu dirancang untuk penggunaan masa depan. Spesifikasi untuk tempat penyimpanan amunisi tidak pernah bertemu dan dikurangi dengan modifikasi yang lebih lanjut.


Pada tanggal 24 Desember 1943, prototipe pertama tanpa turret telah selesai oleh Alkett dan dilakukan pengujian yang ekstensif. Selama tes, Maus hampir tidak bisa berjalan sama sekali dikarenakan beban yang berat dan daya/rasio yang berat.Protoripe pertama V1 (Maus 1), didukung oleh Daimler-Benz MB 509 yang telah di modifikasi (dikembangkan dari mesin pesawat DB 603), yang tidak bisa memberikan kecepatan yang dilaksanakan 20km/jam tapi hanya 13km/jam dalam kondisi yang ideal. Juga masalah dalam  sistem suspensi yang harus di modifikasi untuk mengurangi bobot kendaraan. Masalah lain yang muncul dari beratnya ialah tidak ada jembatan yang dapat menahan bobot dari Maus. Untuk mengatasi masalah ini Maus harus menggunakan pengaturan "Snorkel" yang memungkinkan Maus dapat menyelam ke kedalaman maksimum 8 meter. Pada Desember 1943, V1 dilengkapi dengan (Belastungsgewicht) turret simulasi (Mewakili berat turret itu) dan diuji. Maus itu diterapkan dengan cat kamuflase dan ditandai dengan bintang berwarna merah, palu dan arit, dan menyamar sebagai kendaraan Rusia yang di ambil.

Maus yang telah diberi cat kamuflase

Pada Maret 1944, prototipe kedua V2 (Maus 2) yang berbeda dari berbagai rincian V1. Pada 9 April 1944, Krupp membuat turret, dan pada Juni 1944, telah dikirim dan dipasang pada V2 dan di lakukan tes. Krupp membuat turret yang telah dipersenjatai dengan 128mm KwK 44 L/55 dengan  75mm KwK 44 L/36,5 dan 7,92mm MG34, menyediakan Maus dengan senjata yang sangat kuat. Senjata utama Maus dapat menembus armor depan, samping dan belakang (pada vertikal 30 derajat) dari Sherman, Cromwell, Churchill, T-34/85, dan JS-2 pada jarak 3500+ meter.

Specifications
Weight:188000kg
Crew:6 men
Engine:Daimler-Benz MB 509 / 12-cylinder / 1080hp (V1)
Daimler-Benz MB 517 Diesel / 12-cylinder / 1200hp (V2)
Fuel Capacity:2650-2700 liters + 1500 liters in reserve tank
Speed:13-20km/h
Range:Road: 160-190km
Cross-Country: 62km
Lenght:10.09m
Width:3.67m
Height:3.63m
Armament:128mm KwK 44 L/55 & 75mm KwK 44 L/36.5
1 x 7.92mm MG34
Ammo:128mm - 55-68 rounds
75mm - 200 rounds
Armor (mm/angle):Turret Roof: 60/90
Gun Mantlet: 250/round
Front Turret: 220-240/round
Superstructure Roof: 50-100/9
Front Glacis Plate: 200/55
Hull Front: 200/35
Belly Plate Fore: 100/90
Side Turret: 200/30
Hull Side Upper: 180/0
Hull Side Lower: 100+80/0
Rear Turret: 200/15
Hull Rear Upper: 150/37
Hull Rear Lower: 150/30
Belly Plate Aft: 50/90
Penetration of Armor Plate at 30 degrees from Vertical.
Ammunition:100m500m1000m1500m2000m3000m4000m
Panzergranate 40/43223mm212mm200mm189mm178mm156mm140mm



Kamis, 08 Desember 2011

NAZI Bomber -Heinkel He-111-

Salah satu pengebom yang masuk jaiaran the most famous dalam arsenal Nazi Hitler adalah Heinkel He-111. Bahkan pesawat ini disebut juga sebagai salah satu pesawat dalam jajaran paling tersohor semasa PD II. He-111 dilahirkan dari pabrik yang awalnya tidak terkenal sama sekali. Namun dengan pesawat ini Ernst Heinkel Flug zeugwerke (nama pabrik itu), berkembang pesat menjadi raksasa industri pesawat] dengan jumlah karyawan 50.000 orang. Diproduksi sebanyak 8.000 unit pengebom He-111 menjadi standar pesawat pengebom Luftwaffe semasa dunia masuk dalam kancah peperangan terbesar 1938-1945. Merupakan satu rangkaian dan pembangunan Reichsluftfahrtministerium (KLM-Reich Air Ministry) atau kemente-rian AU yang didirikan Hitler tahun 1932. Dengan membentuk badan ini tampak Hitler sangat menginginkan angkatan udara lerman menjadi mesin penggebuk yang dapat diandalkan.

Ihwal keberhasilan Heinkel menggolkan He-111 tidak lepas karena pada saat Hitler mengampanyekan pembuatan pesawat pengebom. Secara kebetulan pabrik Heinkel yang berlokasi di Warnemunde tengah menyelesaikan konstruksi prototipe pesawat penumpang He-70. Ibarat gayung bersambut terjadilah kesepakatan. Rancangan pesawat penumpang lantas dirombak oleh desainer Siegfried Gunter menjadi He- 111. He-111 ditenagai dua mesin baling-baling. Bentuk badannya tampak seperti selongsong yang mengerucut ke bagian belakang dengan panjang 17,3 meter. Sementara dua sayapnya yang mempunyai bentuk ujung sayap setengah lingkaran mempunyai panjangbentangan 22,5 meter. Untuk mempertahankan diri, pesawat dilengkapi kanon di bagian depan, atas dan bagian perut. Dengan penerbangan prototipe kedua He-111V2 pada Mei 1935. Prototipe kedua ini tetap dalam versi penumpang dengan nama Rostock. Sementara prototipe ketiga He-111V3 merupakan prototipe kedua dari versi pengebom. Model ini diperkenalkan kepada publik pada 10 Januari 1936 di Berlin Tempelhof Airport. Pada model pengebom kedua ini pula He-111 dilengkapi kanon bergerak [movable cannon] B-Stand kaliber 20 mm yang ditempatkan di bagian perut [dorsal).


Prototipe keempat He-111V4, merupakan pembaruan prototipe versi sipil. Sayapnya sudah menggunakan all metal. Pesawat ini disiapkan untuk maskapai Lufthansa. Sayang, pada saat taxy untuk melakukan uji terbang pesawat ini menembak gedung hingga mengalami kehancuran yang berat. He-lllV4 tidak lagi terlihat riwayatnya. Kiprah He-111 di Luftwaffe lebih mulus dibanding di penerbangan sipil. Varian pertama pengebom ini, He-111B mulai masuk jajaran dinas AU Jerman pada akhir 1936. Tidak lama setelah memasuki masa dinas, terjadi pergolakan politik yang menyebabkan perang sipil di Spanyol. Jerman yang membantu kelompok Nasionalis melalui pengiriman Condor Legion dengan pesawat pengebom Junkers Ju 52 mengalami pukulan telak dari penempur penempur biplane Soviet Polikarpov I-15 yang membantu kubu Republik. Maka, tahun 1937, dikirimlah pengebom He-111B dan Dornier Do-17. Pesawat-pesawat yang tergabung dalam Kampfgruppe 88 (K/88) melakukan penghancuran konsentrasi kelompok Republik.



Dengan bantuan ini Spanyol ibarat mendapatkan darah baru. Serangan fighter fighter Soviet tidak lagi segencar sebelumnya. Sebab, pengebom-pengebom Jerman Heinkel dan Dornier mampu terbang lebih tinggi ketimbang penempur Soviet Sebaliknya, kelompok Nasionalis bisa me!akukan pembalasan yang seimbang. Ketika Perang Sipil di Spanyol berakhir pada Mei 1939, Jerman hanya kehilangan 22 buah He-111 dan 15 unit rusak dari 95 unit mengebom ini yang dikirimkan. Selebihnya, ketika lernian pulang, pengebom-pengebom H dihibahkan kepada AU Spanyol. I salah satu pelajaran berharga yang didapat He-111B di Perang Sipil Spanyol adalah tipisnya lapisan pelindung tangki bahan bakar. Tidak heran bila ia sangat rentan terhadap tembakan peluru musuh. Akibatnya, selain menyebabkan kebocoran dan pesawat tidak bisa kembali ke pangkalan, kebocoran ini juga bisa menimbulkan kebakaran. Oleh karena itu He-lll kemudian dilapisi dengan bahan antibocor, self sealing covering. Lapisan fiber selulosa ini secara otomatis akan menutup lubang akibat tembakan.



Tanggal 2 September 1939 atau satu hari setelah pembukaan serangan ke Polandia dilakukan, Luftwaffe mengerahkan sekitar 781 unit He-111 sebagai penyerang garis depan. He-lll merupakan tipe pengebom yang mudah dikendalikan. Setidaknya begitulah pengakuan pilot Letnan Walter Leber yang | tergabung dalam KG 53 saat melakukan penyerbuan ke Polandia menggunakan tipe P dan H , “Heinkel adalah pesawat yang mudah dikendalikan. Sangat kuat dan berkecepatan tinggi untuk masanya. Satu kelemahannya, senjata pertahanan dirinya masih lemah,” cetus Leber. Pada medan tempur ini angka kehilangan He-111 berkurang karena sistem perlindungan tangki telah digunakan. Sistem pertahanan diri yang lemah dari He-111 benar-benar terasa saat pesawat masuk dalam kancah perang “Battle of Brittain” musim panas 1940. He-111 mati-matian bertempur menghadang serangan fighter-fighter Inggris dan gempuran kanon dari darat. Sekuat-kuatnya lapisan pelindung pesawat akhirnya banyak juga He- 111 yang jebol. Salah satunya sebagaimana diceritakan Oberleutnant Peter Schierning, navigator He-111 dari KG53. Saat itu ketika rombongan He-lll terbang menuju ke London Timur tiba-tiba pesawatnya kena hantam tembakan salvo kanon antipesawat. Asap hitam mengepul dari mesin sebelah kanan. Pilot secepatnya memerintahkan bom dimuntahkan. Pesawat keluar dari formasi, berbalik arah dan berupaya masuk ke dalam perlindungan awan. Untuk sesaat trik ini lumayan mujarab. Tapi, manakala pesawat keluar dari awan tiba-tiba sepasang Hawker Hurricane dari Skadron 229 dan Supermarine Spitfire dari Skadron 19 menyerang dari belakang. Dibokong dan diberondong dari samping seperti itu jelas membuat He-lll kelaba-kan. Akibatnya, gunner He-111 tewas. Pilot terus coba melarikan pesawat hingga akhirnya lepas. Dicarilah tempat pendaratan darurat. Di Steplahurs, Kent, pesawat itu mendarat. Misi yang hampir menjadi bumerang. Para awak yang masih hidup segera keluar dari pesawat.



Torpedo-bomber



Tahun 1942 dua grup He-111 dari KG 26 melakukan fungsi sebagai pesawat torpedo-bomber. Pengebom ini ditugaskan melakukan penghancuran kapal-kapal pembawa logistik yang meluncur ke Uni Soviet di Norwegia Utara. Salah satu misi yang berhasil dilakukan adalah pengeboman konvoi kapal Inggris PQ 18 pada tanggal 13 september tahun itu. Konvoi terdiri dari kapal pengawal HMS Avenger, berikut juga pesawat-penempur Sea Hurricane. Empatpuluh pendukung. HMS Avenger sendiri masih selamat akibat perlindungan senjata antiserangan udara. Enam He-lll mengalami kerusakan namun masih berhasil kembali ke pangkalan.



Antara tahun 1942-1943 He-lll terbang ke Stalingrad guna ikut memberikan dukungan kepada AD keenam (German 6th Army) yang bertugas di kota penting itu. Tidak kurang 165 unit He-111 diturunkan dalam misi ini dari total sekitar 490 dari berbagai jenis pesawat yang diperintahkan Hitler di Front Timur ini. Dalam misi ini pula He-111 mengalami banyak kerusakan landing gear akibat pangkalan kasar yang digunakan.



Awal tahun 1945 merupakan masa-masa sulit bagi operasional He-111. Jerman mengalami berbagai kehancuran akibat pengeboman Sekutu. Yang lebih parah lagi pengeboman itu berhasil melumpuhkan kilang-kilang minyak yang notabene amat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat. Tanggal 9 April, kurang lebih satu bulan sebelum masa kehancuran KG4 dan KG5 melaporkan hanya punya sisa 37 He-111. Itu pun yang masih siap terbang jumlahnya tidak lebih dari 20 unit. Bagi Nazi Jerman, dengan segala keterbatasan yang kian kentara amatlah sulit untuk mengaktifkan lagi He-lll. Begitu pun dengan nasib He-177 Gieif sebagai penerus pengebom He-lll Greif tidak bisa diteruskan dan hanya sedikit saja yang berhasil dibuat.


Specifications (He 111H-16):
Engines: Two 1,350-hp Jumo 211F-2 inverted V-12 piston engines
Weight: Empty 19,136 lbs., Max Takeoff 30,865 lbs.
Wing Span: 74ft. 1.75in.
Length: 53ft. 9.5in.
Height: 13ft. 1.25in.
Performance:
Maximum Speed at Sea Level: 227 mph
Ceiling: 21,980 ft.
Range: 1,212 miles
Armament:
One 20-mm MG FF cannon;
One 13-mm (0.51-inch) MG 131 machine gun;
Three 7.92-mm (0.31-inch) MG 81Z machine guns;
Internal bomb-load of 2,205 pounds.



Jumat, 02 Desember 2011

U-Boat, The NAZI Silent Hunter




Seandainya saja Hitler adalah orang laut seperti Perdana Menteri Inggris Winston Churchil atau Presiden Amerika Roosevelt, Jerman akan menguasai sampai akhir di lautan. Churchill sebelum PD II pecah pernah menjadi Lord of Admiralty. Sementara Roosevelt pernah menjabat Menteri AL AS. Sedangkan Hitler? Mantan prajurit Jerman dalam PD I berpangkat kopral. Tak heran ia lebih mengerti darat dan menjunjung tinggi kekuatan matra ini. Akibatnya, saat PD II meletus Kriegs-marine (AL Jerman) hanya memiliki 57 U-boat (hanya 22 unit siap operasi) dan bukan 1 000 unit seperti yang dibutuhkan untuk menghancurkan Inggris dan AS. Laksamana Kari Doenitz mengeluhkan masalah ini.


Padahal U-boat adalah salah satu alternatif paling masuk akal untuk menghancurkan jalur logistik menuju Eropa. Bayangkan saja, setengah dari kebutuhan makanan rakyat Inggris dipenuhi melalui jalur kapal laut. Demikian juga dengan dua pertiga kebutuhan bahan industri militer negeri ini juga dipasok melalui kapal laut. Tidak berlebihan bila Doenitz berkata, “Bila kita ingin berperang melawan Inggris atau Amerika, harus melumpuhkan dulu jalur logistik lautan mereka. ”Meski demikian, beruntunglah Hitler memiliki Laksamana Kari Doenitz, mantan komandan kapal selam Jerman semasa PD I. Walau dengan modal sedikit Doenitz berhasil memupuk semangat korps kapal selam hingga pada saatnya nanti berhasil digdaya menghancurkan kapal-kapal logistik AS dan Inggris di awal-awal peperangan.Doenitz berhasil membentuk para komandan kapal selam Jerman menjadi pribadi-pribadi yang gagah berani di medan tempur. Sebut saja Gunther Prien, Schuhardt, Kretschmer, Endrass, Schepke, Frauenheim. Prien dengan U-47 berhasil menenggelamkan kapal tempur Royal Oak (30.000 ton) milik Inggris di perairan komando AL Inggris di Scapa Flow pada 14 Oktober 1939. Di perairan itu 800 awak Royal Oak menjadi saksi bisu kehebatan U-boat. Sebelumnya, pada September 1939 Schudart juga berhasil mengaramkan kapal induk Courageous (25.000 ton). The most ace dari U-boat Jerman dipegang Otto Kretschmer. Kretschmer dengan U-99 bahkan menjadi salah satu komandan kapal selam paling top sepanjang masa. Konseptor penyerangan malam hari ini berhasil menenggelamkan total 265.000 ton kapal logistik Sekutu. Antara tahun 1939-1940 si kecil cabe rawit U-boat berhasil menenggelamkan 222 kapal dagang Inggris. Ketika PD II berakhir, U-boat Nazi Jerman berhasil mengaramkan total lima juta ton kapal dagang musuh. Bagi AS dan Inggris keberadaan U-boat dalam perang lautan memang menjadi kendala sendiri. Kapal-kapal berukuran panjang 60-an meter itu bak hantu bawah laut yang amat mengerikan. Tanpa terdeteksi, tahu-tahu blaarr…, kapal permukaan meledak akibat serangan torpedo yang dikirimkan U-boat. Kehebatan U-boat diakui langsung oleh Churchill. Usai perang secara terbuka Churchill mengatakan, “Satu-satunya yang membuat saya amat takut dalam peperangan adalah keberadaan U-boat!” Selama PD II Kriegsmarine (AL Jerman) membuat berbagai tipe U-boat dengan teknologi yang makin berkembang. Dari sekian banyak produksi ini Kriegsmarine membagi U-boat kedalam beberapa tipe. Diantara yang digunakan dalam Dalam PD H adalah dari Type VII, Type IX, Type X, Type XIV, Type XVII, Type XVIII, Type XXI, dan Type XXIII. Type VII adalah tipe yang paling banyak dibuat. Sebanyak 700 unit tipe ini diturunkan dalam Perang Atlantik


Displacement: 1,616 to 1,804 (submerged) tons
Dimensions: 287.5 x 24.5 x 17.75 feet
Propulsion: 4,400 hp 19.25 knots (surface) 1,000 hp 7 knots (submerged)
Range: 23,700 miles at 12 knots (surface) or 57 miles at 4 knots (submerged)
Depth max: 755 feet
Armament: 1 x 4.1 inch gun , 1 x 37mm and 1 x 20mm AA gun , 6 x 21 inch torpedo tubes (4 x bow , 2 x stern) , with 24 torpedoes or six torpedoes and 32 mines
Crew: 57